Penalaran Umum, Pengetahuan Kuantitatif, Literasi — dipandu AI yang menjelaskan cara berpikir, bukan sekadar memberi jawaban.
TPS (Tes Potensi Skolastik) adalah komponen wajib semua jalur SNBT dengan bobot sangat besar. Berbeda dari hafalan materi, TPS mengukur kemampuan berpikir dasar yang hanya bisa dilatih dengan banyak berlatih cara mendekati masalah baru.
Kemampuan berpikir logis: mengidentifikasi pola, menarik kesimpulan valid, dan mengevaluasi argumen secara induktif dan deduktif.
Memahami teks panjang: menemukan ide pokok, inferensi tersirat, hubungan antar paragraf, dan evaluasi argumen penulis.
Memahami konteks berbahasa Indonesia dengan benar: makna kata, sinonim-antonim kontekstual, dan kaidah berbahasa.
Konsep matematika dasar: relasi angka, pola deret, perbandingan, aritmetika, dan interpretasi data sederhana.
Pemecahan masalah matematis tingkat lanjut: soal cerita kompleks, interpretasi grafik, dan analisis data multi-langkah.
Tanyakan ke AI: "Saya tidak paham soal penalaran deduktif, tolong jelaskan dari awal." AI akan mendiagnosis celah pemahamanmu.
TPS SNBT selalu menghadirkan soal baru — yang penting adalah kemampuan mendekati masalah asing. AI melatih cara berpikirmu, bukan menulis kunci jawaban.
Jangan lewati soal yang salah. Tanyakan ke AI: "Kenapa opsi A salah?" dan "Bagaimana cara mencapai opsi C?" Pemahaman dibangun dari kesalahan yang dianalisis.
Diskusikan strategi soal TPS bersama 2–5 temanmu. AI hadir sebagai moderator dan membantu siapapun yang stuck di suatu konsep.
TPS SNBT terdiri dari: Penalaran Umum (PU), Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis (KMBM), Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU), Pengetahuan Kuantitatif (PK), dan Penalaran Matematika (PM). Setiap sub-tes memiliki bobot dan jumlah soal yang berbeda.
TPS memiliki bobot sangat besar di SNBT — umumnya sekitar 50% dari total nilai. Berbeda dengan SBMPTN lama yang lebih fokus pada mapel, SNBT sangat mengandalkan kemampuan berpikir general yang diukur TPS. Ini berarti berlatih TPS jauh lebih efisien dari hanya mempersiapkan satu mapel.
Ya. TPS lebih tentang cara berpikir daripada pengetahuan faktual, sehingga bimbel tidak selalu diperlukan. Yang lebih penting adalah latihan terkonsep: memahami setiap jenis soal, menganalisis kesalahan, dan berlatih secara konsisten. NgertiAI bisa menjadi pendamping latihan yang tersedia 24 jam.
Idealnya mulai dari kelas 10. Kemampuan TPS tidak bisa "dikejar" dalam semalam — dibutuhkan latihan konsisten 1–2 tahun. Siswa yang mulai dari kelas 10 memiliki keuntungan besar dibanding yang baru mulai di kelas 12.
Gratis selama soft launch — daftar dalam 2 menit, langsung latihan TPS.